Singkat cerita kemaren aku ada seorang teman yang ditunjuk oleh GO (Gembala Oikos)-nya untuk berbagi firman dari topik I want to Praise You. Aku jadi ingat kalau aku juga pernah bawa topik yang sama untuk dibagiin di OIKOS. Makanya aku juga mau berbagi sebagian kecil dari berkat yang aku terima waktu aku pelajari tentang topik I want to praise You. Pertama-tama kalo aku sih langsung kepikir untuk baca Mazmur karena disitu banyak banget puji-pujian raja Daud untuk Tuhan. Sayangnya, persiapan 4 hari masih kurang cukup buat aku yang waktu itu hanya bisa mencapai bab 16 dari beratus-ratus bab mazmur Daud.
PERTAMA, apa aja sih yang udah Tuhan lakukan buat kita sampai kita bisa so amazed sama Dia, yang sampai bikin kita want to praise Him?? Sering kita gak sadar bahwa buanyaaaakkk banget hal kecil yang tanpa kita sadari merupakan berkat dari Tuhan juga. Kita punya rambut aja tuh udah merupakan suatu berkat. Mungkin beberapa orang suka protes kenapa rambutnya begini kenapa rambutnya begitu dan banyak ketidakpuasan lainnya. Tapi coba bayangin orang yang gak bisa punya rambut, mending punya rambut atau botak? Kalo aku sendiri sih prefer punya rambut lah jelas. Aku gak kebayang gimana orang lain bakal liatin aku terus yang cewe tapi gak punya rambut. Memang sih ada beberapa orang yang memang gak bisa mempunyai rambut, tapi meskipun rambutku bermasalah kadang-kadang, tapi aku masih bersyukur sama Tuhan klo aku masih punya rambut.
KEDUA, sebenarnya kita tuh siapa sih sampai-sampai Tuhan susah-susah take care of rambut kita helai demi helai? Siapa sih kita sampai membuat Tuhan tuh bikin banyak banget lekukan pada tubuh kita yang flexible ini? Pemahat yang pandai sekalipun gak bakal ada yang bisa menandingi Tuhan waktu mengukir manequin. Di Mazmur 8:5 dikatakan “apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Pernah terpikirkah oleh kalian kalau sekali aja Tuhan bikin kesalahan pada kita, we will just be a bunch of miserable creatures? Karena itulah manusia itu ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena kalau nggak sempurna, bukan manusia namanya. Kalau menurut kalian penampilan kalian nggak sempurna, pasti Tuhan tetep memangdang kamu sempurna, hanya saja Dia sudah memiliki purpose sendiri terhadap hal yang kamu pikir kamu kurang sempurna itu.
KETIGA, tapi kemana sih Tuhan kalau kita lagi dalam kesulitan, lagi sakit hati, ataupun lagi bete dan kesal? Tuhan tau gak sih klo kita lagi kesusahan? Apakah Tuhan itu benar ada? Masa kita dibiarkan berjuang sendirian? Di dalam pasal Mazmur 10:14A dikatakan “Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke tanganMu sendiri.” Di sini tuh Tuhan mau ngasih tau kalau we just need to depend on Him totally karena Tuhan tuh tau kalau kita tuh lagi kesusahan. Masalahnya, apakah kita kasih Tuhan kesempatan untuk ‘ngeberesin’ masalah itu atau kita hanya mengeluh doang ke Tuhan tanpa menyerahkan kesulitan itu sendiri pada Tuhan? Tuhan tuh baik banget banget banget. Kenapa? Karena Dia tuh sebenernya cuma minta kita go back to our sits and just let God handles it. Bukan cuma itu, di Mazmur 10:17B dituliskan bahwa Tuhan kasih bonus tambahan setelah dia ngebantuin kita ‘ngeberesin’ masalah kita, dengan cara menguatkan hati dan menyiapkan telingaNya 24/7 buat denger ocehan dan kekesalan kita yang gak pernah beres-beres.
KEEMPAT, apakah kamu yakin bahwa apa yang dituliskan diatas tuh semuanya terjamin kepastiannya? Jangan ragu lagi!! Mazmur 12:7-8A berkata, “Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur eleburan di tanah. Engkau, Tuhan yang akan menepatinya…” Janji Tuhan tuh semuanya murni untuk kebaikan dan keuntungan kita semua. Dia gak ada maksud-maksud tersembunyi yang bakal diam-diam membuat kita rugi. Masalahnya sekarang, janji Tuhannya tuh apa aja?
Janji Tuhan tuh buuuuaaaanyaaaaaaaakkkkkk banget. Aku sediri udah cukup kesulitan membuat list-nya satu persatu. Apalagi kita sebagai manusia cepet lupa. Oleh sebab itu, aku mengilustrasikan berkat-berkat Tuhan menjadi 5 panca indra yang diwakili: mata, telinga, hidung, mulut, dan tangan.
MATA - Mazmur 10: 14, Dia berjanji untuk selalu melihat kita klo kita dalam kesulitan untuk mengkontrol semua kesulitan yang di dapat manusia itu nggak melebihi kekuatan manusia itu sendiri. He will keeps the troubles under control, so it won’t break us apart.
TELINGA - Mazmur 4:4B, Dia berjanji untuk selalu mendengarkan seruan kita kepadaNya. Juga dalam Mazmur 6:10, di situ Tuhan juga bilang klo Dia bakal mendengarkan permohonan kita dan juga menerima doa-doa yang kita panjatkan dengan setulus hati.
HIDUNG - kalau lagi pilek khan beberapa orang mengalami sesak napas, inget aja kalau Tuhan tuh bakal selalu memberi kelegaan pada orang yang mendapat kesesakan seperti tertulis di Mazmur 4:2B.
MULUT - Tuhan memakai mulutNya untuk menjawab doa seperti tertulis di Mazmur 3:5. Dia sumber informasi kehidupan paling akurat dan terpercaya, makanya kita harus lebih sering membaca firmanNya untuk mengetahui info kehidupan apa saja yang Dia beritahukan kepada kita seperti tertulis di Mazmur 16: 11A. Dengan mulutNya juga Dia menasihati dan mengajari kita sebagai muridNya
seperti ada tertulis di Mazmur 16:7.
TANGAN - dengan tanganNya, di dalam Mazmur 4:8 dan Mazmur 5:12, Ia memberi sukacita yang berlimpah-limpah. Pada Mazmur 5: 13 dan Mazmur 4:9, Tuhan juga memberi perlindungan seperti kita menjaga nyala lilin agar tidak mati ketika angin berhembus. Mungkin tidak seluruh angin ter-block, tapi Dia hanya tetap menjaga agar dalam kehidupan kita, kita tidak akan mati karena terpaan angin ang telalu besar untuk kita. Makanya Tuhan juga mengatakan bahwa Ia tidak akan mengijinkan kesulitan datang kepada kita kalau Ia tau bahwa kita tidak dapat mengatasinya. Dan tidak tertinggal juga, seperti orang tua yang menggandeng anaknya, begitu juga Tuhan memegang kita, menjaga kita dan selalu dengan sigap menarik tangan kita ketika kita hendak terjatuh. Dalam Mazmur 16:8 pemazmur mengatakan bahwa Tuhan selalu berada di sebelah kanannya untuk menjaga agar ia tidak menjadi goyah dalam perjalanan kehidupannya.
SEBAGAI PENUTUP, kenapa Tuhan sangat marah ketika Adam dan Hawa memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat? Karena tidak semua hal patut kita ketahui. Sebagai generasi yang udah mempunyai Alkitab sebagai firman Tuhan, kita baru akan mengetahui apa saja yang bakal kita dapatkan sebagai hukuman kalau kita tidak taat kepada Tuhan setelah kita membacanya. Tapi sebelum kita mengetahui apa saja ganjarannya itu sebenarnya kita tuh udah selamat terlebih dahulu. Di dalam Mazmur 16:10 tertulis, “sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.” Kita sebagai anak Tuhan tuh bukan hanya diselamatkan tapi juga dikuduskan. Oleh karena Tuhan tuh sayaaaaang banget sama kita, maka Tuhan tidak mau kita melihat dan merasakan terlebih dahulu gimana disiksa itu baru Tuhan menyelamatkan, tapi Tuhan malah menyelamatkan kita terlebih dahulu jadi kita gak perlu merasakan penyiksaan itu, cukup mengetahuinya dan menjaga kekudusan yang telah Tuhan berikan agar kita tidak binasa.
This life that given by God for us is just so simple. All you have to do is just follow His rules and do not mess up with everything He has given. He created this life with ‘user friendly’ settings. You do not have to get stuck in a maze and try to get out by your own. Depend on Him, ask for His clues, always trust Him, feel the bless, and praise Him!
Be sensitive, be kind, be smart, do not be stubborn. God bless you!